CPNS Jadi Bendahara Panwaslu Kada Nisel

TELUKDALAM (Berita) : Bendahara Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (Panwaslu Kada) Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Kristian Jaya Lase, seharusnya diganti karena statusnya masih sebatas Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang menang pada Formasi Tahun 2009 lalu dari golongan dua. Hal ini adalah temuan sejumlah wartawan saat melakukan peliputan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan bagi calon Panwaslu Kada Kecamatan di Kantor Panwaslu Kada Kabupaten Nisel, (27/07).

CPNS sebaiknya tidak diperbolehkan menjadi Bendahara Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)/Anggaran Pendapatan Balanja Negara (APBN) sebelum mengikuti prajabatan sebagai syarat utama diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata salah seorang mantan Bendahara salah satu SKPD Kabupaten Nisel  yang identitasnya tidak disebutkan.

Ia mengatakan bendahara Panwaslu Kada itu seharusnya PNS yang sudah berpengalaman atau setidaknya pernah mengikuti pelatihan tentang administrasi keuangan dan administrasi perkantoran selama ini karena dia akan mengelola dana APBD senilai Rp 3,5 Miliar. Bila sembarangan diangkat menjadi bendahara dapat memungkinkan terjadi penyalahgunaan keuangan daerah yang telah diposkan pada anggaran Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nias Selatan.

Sementara Ketua Panwaslu Kada Kabupaten Nisel, Ismael Dachi saat diminta tanggapannya tentang status Bendahara yang masih CPNS, (09/08), mengatakan itu tak jadi masalah. Semua Pegawai Sekretariat Panwaslu Kada tersebut adalah dari Bupati Nisel yang dianggap lebih mampu, katanya. (ws)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>